Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘anak’

The Secret Garden

Judul : The Secret Garden

Pengarang : Frances Hodgson Burnett

Penerbitan : 1967 oleh Puffin Books (B. Inggris)

Jumlah Halaman : 253

Genre : anak

Setelah orangtuanya meninggal akibat kolera, Mary Lennox dikirim ke Yorkshire, Inggris, untuk tinggal dengan pamannya yang nyentrik, Archibald Crane. Rumah besar dengan beratus-ratus kamar dan kebun yang luas yang terletak di tepi sebuah moor (semacam padang rumput yang ditumbuhi semak belukar) pada awal abad ke-20 menjadi latar salah satu cerita klasik anak-anak ini.

Penghuni rumah besar itu hanya Mary, pamannya dan sejumlah pelayan. Tidak adanya teman seumur maupun seorang pengasuh membuat Mary terbiasa menghabiskan hari-harinya seorang diri. Sebuah cerita mengenai salah satu taman yang ditutup dan telah dikunci selama 10 tahun membuat Mary penasaran. Ia menghabiskan waktunya mencari kebun tersebut, dan jerih payahnya membuahkan hasil. Mary menemukan taman rahasia itu dan dengan Dickon, adik salah satu pelayannya, mencoba menghidupkan kembali taman yang nyaris mati itu.

Tapi jangan salah, taman yang terkunci bukan satu-satunya rahasia yang terdapat di rumah itu.

***

Kisah Mary Lennox yang menemukan taman rahasia cukup saya kenal, karena dulu sudah pernah menonton film adaptasinya yang dibuat tahun 1993. Walaupun sudah mengetahui ceritanya, tetap saja bukunya memiliki sihir tersendiri. Pemandangan alam Yorkshire yang suram, dengan hujan yang “wuthering” dan hewan-hewan moor, membuat saya merindukan kenyamanan yang dirasa ketika saya berada jauh dari keramaian; keteduhan dan ketenangan yang datang dengan keterpencilan.

Perubahan yang terjadi pada taman rahasia itu melambangkan perubahan yang terjadi kepada para penghuni rumah. Mary yang awalnya dingin, egois dan pemarah berubah menjadi gadis yang ramah dan lebih simpatik. Begitu juga dengan seorang karakter utama yang jika diceritakan benar-benar menjadi spoiler – jadi tidak akan saya ceritakan :p.

Intinya, Frances Hodgson Burnett sangat berhasil membangun mood buku ini. Pembaca benar-benar diajak ke dunia lain ketika berada di taman rahasia. Rumah paman Mary, Archibald Crane, pun terasa sangat dingin dan kosong, apalagi Mary hanya berinteraksi dengan orang yang itu-itu saja.

Tidak salah buku ini menjadi salah satu cerita anak klasik, karena tidak hanya menggambarkan dunia anak yang penuh keajaiban, tapi juga memberikan harapan. The Secret Garden sangat saya rekomendasikan, tidak hanya bagi anak-anak, tapi bagi siapapun yang merasakan keajaiban dalam setiap kebaikan.

Read Full Post »

The Hobbit

Judul : The Hobbit

Pengarang : JRR Tolkien

Penerbitan : 1979  oleh Unwin Paperbacks (B. Inggris)

Jumlah Halaman : 285

Genre : fantasi

Akhirnya baca juga The Hobbit! Sebetulnya dari dulu sudah penasaran, cuman baru tergerak untuk benar-benar membaca bukunya setelah melihat trailer untuk filmnya yang akan tayang Desember ini. Peter Jackson, sang sutradara, dulu berhasil memfilmkan The Lord of the Rings (buku karangan Tolkien yang lain) sehingga saya pun tidak ragu bahwa dia akan menyajikan tayangan yang sama spektakulernya dengan The Lord of the Rings.

Ternyata bukunya rame! 😀

Bilbo Baggins adalah seorang hobbit, makhluk yang tingginya hanya mencapai pinggang manusia dewasa dan tidak pernah memakai sepatu karena kaki mereka memiliki sol alami serta berbulu lebat. Salah satu sifat utama hobbit adalah mereka tidak menyukai petualangan. Bayangkan betapa terkejutnya Bilbo ketika pertemuan singkatnya dengan Gandalf sang penyihir mengantarkannya pada petualangan dengan 13 dwarf untuk mencuri emas dari seekor naga!

Awalnya, Gandalf merekomendasikan Bilbo sebagai seorang pencuri handal untuk misi para dwarf, sekaligus untuk menggenapkan jumlah rombongan, karena 13 merupakan angka sial. Pimpinan para dwarf, Thorin Oakenshield, dan rekan-rekannya pada awalnya meragukan kemampuan Bilbo, namun seringkali kecerdikan Bilbo-lah yang membantu mereka mengatasi pertemuan dengan troll, goblin, laba-laba raksasa, elf, hingga Smaug sang naga.

Salah satu bagian favorit saya adalah pertemuan Bilbo dengan Smaug untuk pertama kalinya. Dia memperkenalkan dirinya sebagai “clue finder”, “web-cutter”, “Ring-winner”, “Barrel-rider” dan berbagai julukan lainnya – nama-nama yang sekilas penuh dengan teka-teki, namun sebenarnya merangkum seluruh petualangan Bilbo sampai dengan saat dia bertemu dengan Smaug.

Berbicara tentang “Ring-winner”, julukan itu merujuk pada pertemuan antara Bilbo dengan Gollum, makhluk menyedihkan yang berusaha menjebak Bilbo dalam terowongan di bawah gunung. Bilbo berhasil kabur dengan membawa cincin milik Gollum yang dapat membuat penggunanya tidak tampak. Pertemuan Bilbo dan Gollum itu akan menjadi awal mula petualangan Frodo Baggins, keponakan Bilbo, untuk menghancurkan cincin tersebut – yang dikisahkan dalam The Lord of the Rings. Bisa dikatakan bahwa The Hobbit adalah prekuel dari trilogi The Lord of the Rings. Tapi jika The Lord of the Rings merupakan kisah tentang “corrupted power”, hasrat manusia dan tema-tema “berat” lainnya, maka the Hobbit merupakan karya Tolkien yang lebih “ringan”, karena awalnya ditujukan untuk anaknya. Kisahnya memang terkesan “cuman” petualangan mencuri harta karun, tapi petualangannya sendiri luar biasa seru!

Kombinasi dari karakter-karakter menarik, petualangan seru dan gaya bercerita yang enak membuat buku ini asyik untuk dibaca, apalagi bagi penggemar kisah-kisah petualangan. Bilbo sendiri digambarkan sebagai tokoh yang tidak heroik – setiap bahaya menghadang, dia selalu teringat akan rumahnya yang nyaman dan mempertanyakan kenapa dia mau-maunya ikut serta dalam petualangan ini. Ketidakgagahan dan sikap apa adanya Bilbo membuat dia menjadi karakter yang mudah disukai – mungkin itu juga yang membuat saya sebagai pembaca merasa cukup nyambung dengannya.

Read Full Post »