Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘elf’

The Hobbit

Judul : The Hobbit

Pengarang : JRR Tolkien

Penerbitan : 1979  oleh Unwin Paperbacks (B. Inggris)

Jumlah Halaman : 285

Genre : fantasi

Akhirnya baca juga The Hobbit! Sebetulnya dari dulu sudah penasaran, cuman baru tergerak untuk benar-benar membaca bukunya setelah melihat trailer untuk filmnya yang akan tayang Desember ini. Peter Jackson, sang sutradara, dulu berhasil memfilmkan The Lord of the Rings (buku karangan Tolkien yang lain) sehingga saya pun tidak ragu bahwa dia akan menyajikan tayangan yang sama spektakulernya dengan The Lord of the Rings.

Ternyata bukunya rame! 😀

Bilbo Baggins adalah seorang hobbit, makhluk yang tingginya hanya mencapai pinggang manusia dewasa dan tidak pernah memakai sepatu karena kaki mereka memiliki sol alami serta berbulu lebat. Salah satu sifat utama hobbit adalah mereka tidak menyukai petualangan. Bayangkan betapa terkejutnya Bilbo ketika pertemuan singkatnya dengan Gandalf sang penyihir mengantarkannya pada petualangan dengan 13 dwarf untuk mencuri emas dari seekor naga!

Awalnya, Gandalf merekomendasikan Bilbo sebagai seorang pencuri handal untuk misi para dwarf, sekaligus untuk menggenapkan jumlah rombongan, karena 13 merupakan angka sial. Pimpinan para dwarf, Thorin Oakenshield, dan rekan-rekannya pada awalnya meragukan kemampuan Bilbo, namun seringkali kecerdikan Bilbo-lah yang membantu mereka mengatasi pertemuan dengan troll, goblin, laba-laba raksasa, elf, hingga Smaug sang naga.

Salah satu bagian favorit saya adalah pertemuan Bilbo dengan Smaug untuk pertama kalinya. Dia memperkenalkan dirinya sebagai “clue finder”, “web-cutter”, “Ring-winner”, “Barrel-rider” dan berbagai julukan lainnya – nama-nama yang sekilas penuh dengan teka-teki, namun sebenarnya merangkum seluruh petualangan Bilbo sampai dengan saat dia bertemu dengan Smaug.

Berbicara tentang “Ring-winner”, julukan itu merujuk pada pertemuan antara Bilbo dengan Gollum, makhluk menyedihkan yang berusaha menjebak Bilbo dalam terowongan di bawah gunung. Bilbo berhasil kabur dengan membawa cincin milik Gollum yang dapat membuat penggunanya tidak tampak. Pertemuan Bilbo dan Gollum itu akan menjadi awal mula petualangan Frodo Baggins, keponakan Bilbo, untuk menghancurkan cincin tersebut – yang dikisahkan dalam The Lord of the Rings. Bisa dikatakan bahwa The Hobbit adalah prekuel dari trilogi The Lord of the Rings. Tapi jika The Lord of the Rings merupakan kisah tentang “corrupted power”, hasrat manusia dan tema-tema “berat” lainnya, maka the Hobbit merupakan karya Tolkien yang lebih “ringan”, karena awalnya ditujukan untuk anaknya. Kisahnya memang terkesan “cuman” petualangan mencuri harta karun, tapi petualangannya sendiri luar biasa seru!

Kombinasi dari karakter-karakter menarik, petualangan seru dan gaya bercerita yang enak membuat buku ini asyik untuk dibaca, apalagi bagi penggemar kisah-kisah petualangan. Bilbo sendiri digambarkan sebagai tokoh yang tidak heroik – setiap bahaya menghadang, dia selalu teringat akan rumahnya yang nyaman dan mempertanyakan kenapa dia mau-maunya ikut serta dalam petualangan ini. Ketidakgagahan dan sikap apa adanya Bilbo membuat dia menjadi karakter yang mudah disukai – mungkin itu juga yang membuat saya sebagai pembaca merasa cukup nyambung dengannya.

Iklan

Read Full Post »