Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘jrr tolkien’

“Top Ten Tuesday” adalah sebuah meme mingguan yang diadakan oleh The Broke and the Bookish. Minggu ini topiknya bebas, jadi saya memutuskan untuk membuat daftar 10 karakter fiksi terfavorit!

  1. Jupiter Jones, dari seri Trio Detektif oleh Robert Arthur, Jr. Jupiter adalah ketua dari kelompok Trio Detektif, tiga anak remaja yang memecahkan kasus-kasus misterius yang umumnya terjadi di wilayah Rocky Beach, California. Jupiter digambarkan sebagai anak yang cerdas dan agak sok tahu. Keahliannya menyamar sering membantu keompok detektifnya dalam memecahkan berbagai kasus.
  2. Hercule Poirot, karangan Agatha Christie. Kadang saya suka berpikir kalau Poirot adalah penjelmaan Jupiter Jones dari Trio Detektif ketika dia sudah dewasa. Dua-duanya memiliki sikap sok tahu dan angkuh yang sama. Poirot adalah detektif jenius yang tidak hanya menggunakan bukti-bukti fisik untuk mengungkap pelaku kejahatan, tetapi ia juga menganalisa kasus dari sisi psikologis tokoh-tokoh yang terlibat.
  3. Rubeus Hagrid, dari seri Harry Potter oleh J.K. Rowling. Hagrid, orang yang membukakan pintu ke dunia sihir kepada Harry. Hagrid memang makhluk setengah raksasa yang memiliki kecenderungan untuk menyukai “monster” ganas, tapi dia sangat setia kepada Dumbledore, Harry dan teman-temannya. Saya sangat bersyukur Hagrid tidak menemui ajalnya sepanjang serial ini :).
  4. Bartimaeus, dari The Bartimaeus Trilogy oleh Jonathan Stroud. Dua kata: catatan kaki! 😀
  5. Sam Gamgee, dari The Lord of the Rings oleh J.R.R. Tolkien. Sam, tukang kebun Frodo yang setia dari awal hingga akhir perjalanannya ke Mordor.
  6. Percy Jackson, dari seri Percy Jackson and the Olympians dan The Heroes of Olympus oleh Rick Riordan. Kemampuan Percy untuk mengendalikan air saaaangat keren! Namun walaupun dia merupakan salah satu demigod terkuat di antara teman-temannya, Percy tetap rendah hati dan apa adanya: bicaranya ceplas-ceplos dan sikapnya agak kikuk.
  7. Nico di Angelo, dari seri Percy Jackson and the Olympians dan The Heroes of Olympus oleh Rick Riordan. Nico itu salah satu karakter yang mengalami perkembangan karakter paling menarik dari seri Percy Jackson and the Olympians hingga The Heroes of Olympus. Dia berubah dari bocah rewel yang sangat bergantung kepada kakaknya menjadi anak yang tertutup dan misterius – mungkin karena interaksi berlebihnya dengan orang mati ya. Perannya di kedua seri tersebut cukup besar, namun tidak pernah diceritakan secara berlebihan sehingga mengundang rasa penasaran.
  8. Erica Yurken, dari Hating Alison Ashley oleh Robin Klein. Pembohong kronis yang sangat imajinatif! Erica akan mengarang cerita apapun agar kehidupan nyatanya tidak ketahuan oleh teman-temannya, terutama oleh Alison Ashley, si anak baru yang membuat Erica minder setengah mati.
  9. Ellie Linton, dari seri Tomorrow oleh John Marsden. Oke, Ellie bisa menyetir Land Rover, motor, traktor, bahkan truk! Ia juga mampu menjadi pemimpin di antara sekelompok kecil teman-temannya yang selamat ketika kota kecil mereka diserang oleh penjajah.
  10. Rowena Batts, dari Blabbermouth, Sticky Beak dan Gift of the Gab oleh Morris Gleitzman. Walaupun bisu, Rowena sangat ekspresif dalam berkomunikasi. Seperti tokoh-tokoh rekaan Morris Gleitzman yang lain, Rowena cenderung bersikap impulsif dan memiliki pendapat yang agak “nyeleneh” mengenai hal-hal pada umumnya.
Iklan

Read Full Post »

The Hobbit

Judul : The Hobbit

Pengarang : JRR Tolkien

Penerbitan : 1979  oleh Unwin Paperbacks (B. Inggris)

Jumlah Halaman : 285

Genre : fantasi

Akhirnya baca juga The Hobbit! Sebetulnya dari dulu sudah penasaran, cuman baru tergerak untuk benar-benar membaca bukunya setelah melihat trailer untuk filmnya yang akan tayang Desember ini. Peter Jackson, sang sutradara, dulu berhasil memfilmkan The Lord of the Rings (buku karangan Tolkien yang lain) sehingga saya pun tidak ragu bahwa dia akan menyajikan tayangan yang sama spektakulernya dengan The Lord of the Rings.

Ternyata bukunya rame! 😀

Bilbo Baggins adalah seorang hobbit, makhluk yang tingginya hanya mencapai pinggang manusia dewasa dan tidak pernah memakai sepatu karena kaki mereka memiliki sol alami serta berbulu lebat. Salah satu sifat utama hobbit adalah mereka tidak menyukai petualangan. Bayangkan betapa terkejutnya Bilbo ketika pertemuan singkatnya dengan Gandalf sang penyihir mengantarkannya pada petualangan dengan 13 dwarf untuk mencuri emas dari seekor naga!

Awalnya, Gandalf merekomendasikan Bilbo sebagai seorang pencuri handal untuk misi para dwarf, sekaligus untuk menggenapkan jumlah rombongan, karena 13 merupakan angka sial. Pimpinan para dwarf, Thorin Oakenshield, dan rekan-rekannya pada awalnya meragukan kemampuan Bilbo, namun seringkali kecerdikan Bilbo-lah yang membantu mereka mengatasi pertemuan dengan troll, goblin, laba-laba raksasa, elf, hingga Smaug sang naga.

Salah satu bagian favorit saya adalah pertemuan Bilbo dengan Smaug untuk pertama kalinya. Dia memperkenalkan dirinya sebagai “clue finder”, “web-cutter”, “Ring-winner”, “Barrel-rider” dan berbagai julukan lainnya – nama-nama yang sekilas penuh dengan teka-teki, namun sebenarnya merangkum seluruh petualangan Bilbo sampai dengan saat dia bertemu dengan Smaug.

Berbicara tentang “Ring-winner”, julukan itu merujuk pada pertemuan antara Bilbo dengan Gollum, makhluk menyedihkan yang berusaha menjebak Bilbo dalam terowongan di bawah gunung. Bilbo berhasil kabur dengan membawa cincin milik Gollum yang dapat membuat penggunanya tidak tampak. Pertemuan Bilbo dan Gollum itu akan menjadi awal mula petualangan Frodo Baggins, keponakan Bilbo, untuk menghancurkan cincin tersebut – yang dikisahkan dalam The Lord of the Rings. Bisa dikatakan bahwa The Hobbit adalah prekuel dari trilogi The Lord of the Rings. Tapi jika The Lord of the Rings merupakan kisah tentang “corrupted power”, hasrat manusia dan tema-tema “berat” lainnya, maka the Hobbit merupakan karya Tolkien yang lebih “ringan”, karena awalnya ditujukan untuk anaknya. Kisahnya memang terkesan “cuman” petualangan mencuri harta karun, tapi petualangannya sendiri luar biasa seru!

Kombinasi dari karakter-karakter menarik, petualangan seru dan gaya bercerita yang enak membuat buku ini asyik untuk dibaca, apalagi bagi penggemar kisah-kisah petualangan. Bilbo sendiri digambarkan sebagai tokoh yang tidak heroik – setiap bahaya menghadang, dia selalu teringat akan rumahnya yang nyaman dan mempertanyakan kenapa dia mau-maunya ikut serta dalam petualangan ini. Ketidakgagahan dan sikap apa adanya Bilbo membuat dia menjadi karakter yang mudah disukai – mungkin itu juga yang membuat saya sebagai pembaca merasa cukup nyambung dengannya.

Read Full Post »